Bisnis dan Keuangan

Inilah 5 Kesalahan Finansial yang Dilakukan Sejak Usia Muda

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah ‘foya-foya berkedok self-reward’, bukan? Ya memang memberikan apresiasi terhadap diri sendiri itu perlu, apalagi ketika kamu sudah mencapai sesuatu. Namun, kebiasaan ini justru akan membuat kamu jadi semakin konsumtif dan akan berimbas pada kesalahan finansial kamu. 

Alih-alih ingin menyenangkan diri, self-reward yang berakhir dengan pola konsumtif justru membuat kamu pusing tujuh keliling dalam mengelola keuangan kamu. Apalagi jika salah dalam mengelola kredit cepat.

Nah, kalau kamu merupakan orang yang cukup boros, kamu harus segera menghentikan kebiasaan tersebut agar segera bebas finansial di usia muda. 

Selain kebiasaan self-reward, ada 5 kesalahan finansial yang sering dilakukan sejak usia muda. Apa saja? Yuk simak ulasan di bawah ini. 

Menerapkan gaya hidup ‘You only live once’

Memang sih hidup cuma sekali, tapi bukan berarti harus menghambur-hamburkan uang secara berlebihan ya. Kamu tetap harus mengelola keuangan dengan baik alias mengubah gaya hidup yang boros. Tidak ada satupun pengusaha sukses maupun miliyuner yang punya kebiasaan seperti ini. Sekelas Warren Buffett saja masih sarapan sederhana meski hartanya bisa menghidupi tujuh turunan.

Sayangnya, masih banyak milenial yang menjadikan istilah ‘you only live once’ sebagai cara untuk melakukan apapun yang disukai, termasuk dalam mencukupi kebutuhan mereka. Shopping dan pergi ke cafe berlebihan menjadi kebiasaan buruk yang sering dilakukan. 

Tidak menabung 

Menabung is a must! Bahkan kamu sudah sering diajarkan untuk mulai menabung sejak usia kanak-kanak. Kebiasaan ini bukan tanpa arti loh. Ada banyak manfaat dengan menyisihkan gaji kamu untuk menabung. 

Salah satunya adalah agar kamu segera terbebas dari masalah finansial. Setidaknya kamu harus menyisihkan 10%-20% dari pendapatan untuk menabung. 

Rekening tabungan bisa kamu jadikan tempat untuk menaruh sebagian atau seluruh pendapatan bebas – jumlah yang tersisa setelah membayar kebutuhan pribadi dan pajak. 

Kamu juga bisa menghindari godaan untuk membelanjakan uang bebas ini dengan mengatur transfer otomatis terjadwal dari rekening utama (rekening transaksi sehari-hari) ke rekening tabungan. 

Tidak memiliki dana darurat

Jangan habiskan sebagian besar pendapatan hanya untuk foya-foya. Kamu harus mengamankan sebagian penghasilanmu untuk kebutuhan dana darurat. Meskipun masih muda atau lajang tidak ada salahnya memiliki dana darurat. 

Dengan adanya dana darurat ini, kamu bisa selamat dari kebutuhan yang mendadak atau yang tidak kamu prediksi sebelumnya. 

Nah sayangnya, kebanyakan orang tidak disiplin menyisihkan keperluan dana daruratnya. Idealnya untuk dana darurat ini bagi seorang lajang bisa memenuhi 3 bulan kebutuhan pokoknya ke depan.

Meskipun kini ada layanan kredit cepat untuk dana darurat sekalipun, ada baiknya kamu sudah mengalokasikan pendapatan bulanan untuk dana darurat. 

Kebiasaan utang yang salah

Besar pasak daripada tiang. Karena mengejar gaya hidup yang konsumtif dan gemar berfoya-foya, maka kebiasaan hutang menjadi jalan satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan. 

Pinjaman online, pemakaian kartu kredit, dan kebiasaan membayar menggunakan pay later justru membuat kamu lebih boros karena tidak paham cara menggunakannya bahkan asal ajukan pinjaman tanpa pertimbangkan besaran bunga.

Coba bandingkan kredit cepat terbaik menurut versi kamu. Seperti Kredivo yang memberikan bunga paling rendah diantara perusahaan sejenis hanya 2,6% saja per bulan. Cicilan bisa hingga 12 bulan. Malahan untuk cicilan 3 bulan tidak dikenai bunga hanya biaya admin saja 3%.

Jika dimanfaatkan dengan benar apalagi untuk kebutuhan yang produktif, utang bisa membantu memperbaiki kondisi keuangan kamu. Jangan salah, banyak perusahaan besar bisa bertumbuh dan mengembangkan usaha lewat utang. Jadi, balik lagi pada penggunaannya yang tepat.

Tidak memiliki investasi 

Kamu sudah bisa memulai persiapan dana masa depan melalui investasi sejak kamu memiliki penghasilan sendiri. Dengan langkah ini setidaknya kamu tahu tujuan keuangan. 

Misalnya jika kamu berencana untuk membeli rumah, melanjutkan studi, atau membeli barang-barang impian kamu. Tapi ingat ya, jangan tergoda dengan iming-iming keuntungan berlipat dari investasi kemudian membuat kamu menggunakan seluruh tabungan untuk berinvestasi. 

Uang yang bisa diinvestasikan adalah uang ‘dingin’ atau uang tersebut tidak akan mempengaruhi kestabilan finansial. 

Nah, setelah tahu 5 kesalahan finansial yang kerap dilakukan sejak usia muda, kamu jadi semakin bijak dalam mengelola keuangan kan? 

Kamu bisa melakukan perencanaan keuangan agar kamu bisa mandiri secara finansial dan memiliki masa depan yang lebih baik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =