Uncategorized

2 Temuan Tim Intelijen Tentang Uang Suap Rp. 49 Miliar Di Bulukumba

Hasil gambar untuk uang 49 miliar

Kejati atau Tim bidang Intelijen Kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan terus mendalami penyelidikan kasus dugaan suap senilai Rp 49 miliar yang terjadi di Kabupaten Bulukumba. Salahuddin selaku Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulses mengatakan jika dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim intelijen ditemukannya dua hal penting yang harus lebih didalami oleh fokus tim. Berikut 2 hal penting yang ditemukan Tim Intelijen diantaranya yaitu :

  1. Yang pertama adalah adanya sejumlah dana yang telah diterima oleh oknum Aparat Sipil Negara atau ASN yang mengakui telah diberi tugas untuk mengurus proyel pusat tersebut. Dimana dana itu bersumber dari pihak rekanan. Itu merupakan hasil dari penyelidikan yang telah dilakukan, meski sifatnya itu oknum ASN yang berarti mengakui jika uang yang digunakannya merupakan pinjaman. Salahuddin dihadang oleh para pengunjuk rasa yang berasal dari PPM atau Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Sulsel pada Rabu 21 November 2018 yang menuntut kejelasan kasus suap tersebut.
  2. Yang kedua adalah yang menjadi fokus penyelidikan tim adalah terus mendalami adanya aliran dana didalam bentuk mata uang dollar Singapura didalam kasus tersebut, sehingga akan terus digali dan ditelusuri oleh tim lebih dalam lagi tentang uang kemana mengalirnya dan dari siapa sumber uangnya. Salahuddin meminta supaya massa PPM Sulsel yang menuntut itu bersabar, karena pada saat ini tim tidak boleh bekerja dengan serta merta dan tergesa gesa didalam menyimpulkan. Dirinya berharap dalam waktu dekat ini akan adanya kabar yang baik tentang perkembangan penyeledikan dari Tim yang sedang bekerja. Diantaranya kabar tentang adanya kabar pemanggilan resmi yang dilakukan. Karena sebelumnya Salahuddin menegaskan belum bisa memastikan sebab sifatnya itu masih didalam pelaksaan tugas.

Lalu apa yang menjadi tuntutan PPM? PPM menuntut penunantasan kasus suap proyek RP. 49 Miliar. Berikut fakta menarik tentang tuntutan PPM diantranya yaitu :

  • PPM atau Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Sulsel mengakui jika mereka telah melaporkan resmi kasus dugaan suap proyek tersebut ke Kejati Sulsel. Dan bahkan bisa terhitung ini yang ketujuh kalinya mereka melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi atau Kejati Sulsel untuk menagih kejelesan penangan kasus yang telah mereka laporkan. Koordinator aksi Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Sulsel atau PPM yaitu Ahmad Yani mengatakan jika unjuk rasa yang dilakukan pihaknya itu semata mata hanya untuk mempertanyakan sudah sejauh manakah tindak lanjut kasus dugaan suap untuk mendapatkan proyek irigasi senilai Rp 49 miliar yang didapatkannya dari DAK atau Dana Alokasi Khusus yang sejak 2 bulan lalu telah dilaporkan oleh pihaknya.
  • Ahmad Yani mengatakan seharusnya Kejati bisa mengambil langkah yang tegas didalam mengupas persoalan tersebut hingga keakar akarnya. Terlebih adanya kesaksian seorang oknum Aparat Sipil Negara atau ASN yang membeberkan keterlibatannya didalam proses penyuapan proyek asal Pemerintah Pusat tersebut yang menjadi viral di Facebook. Yani mengatakan pengakuan yang dilakukan oleh oknum ASN Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba di media sosial itu sudah sangat jelas. Dimana telah diakuinya secara terang terangan oleh oknum yang bersangkutan jika penyuapan itu dilakukan sebagai upaya untuk memuluskan Kabupaten Bulukumba didalam mendapatkan proyek yang berasal dari Dana Akolasi Khusus atau DAK senilai Rp. 49 miliar.

Itulah 2 temuan Tim Intelijen tentang uang suap Rp. 49 Miliar di Bulukumba. Menurut berita terkini Sulawesi Selatan kasus tersebut harus segera ditindak lanjuti demi terjaganya supremasi penegakan hukum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *